Langsung ke konten utama

Belenggu, "Pintar dan keluar atau Diam dan tersesat?"


Belenggu, “Antara dunia nyata dan imajinasi tak ada batasan”





Kisah pembunuhan berantai di sebuah kota kecil membuat penduduknya dicekam ketakutan. Mereka saling mencurigai satu sama lain. Perempuan takut untuk keluar malam sendirian. Di setiap sudut kota pembunuhan itu dibicarakan.
 
Elang (Abimana Aryasatya) tinggal sendirian di sebuah rumah susun. Dia bekerja sebagai pelayan bar. Di sela tidurnya, Elang selalu gelisah karena mimpi buruk. Dalam mimpi itu Elang dihantui gambaran buruk tentang pembunuhan aneh dimana pembunuhnya bertopeng Kelinci. Elang merasa merasa sosok bertopeng Kelinci itulah kunci dari segalanya pembuhuhan berantai.
 
Djenar (Laudya Cintya Bella), tetangga di sebelah rumah susun Elang selalu tampak tertekan karena masalah rumah tangganya dengan sang suami (Verdi Solaiman). Buah hati mereka selalu bermain sendirian. Elanglah yang menemaninya bermain. Djenar dan anaknya tak boleh keluar dari rumah susun karena karena takut dibunuh oleh pembunuh berantai.
 
Elang sangat perhatian dengan Djenar dan anaknya. Elang ingin menyelamatkan mereka berdua. Selain mimpi-mimpi yang mencekam Elang juga mengalami kejadian-kejadian aneh yang terhubung dengan peristiwa pembunuhan. Seorang Oma Gila (Bella Esperance) yang selalu tiba-tiba muncul dan memberinya peringatan akan bahaya yang mengancam nyawa Elang.
 
Sementara Jingga (Imelda Therinne) pelacur muda membius perhatian Elang. Jingga terus mengatakan dirinya dalam bahaya dan ingin membalas dendam. Elang berusaha untuk menguak apa yang sebenarnya terjadi dan menyelamatkan orang-orang yang dianggapnya dalam bahaya.



[Review]

Duduk dan diam terbelenggu dalam cerita BELENGGU antara dunia nyata dan imajinasi tak terbatas. Dari awal film kalian sudah dihinggapi rasa takut dari cita rasa film. Belenggu membebaskan kalian menyelam seberapa meter kedalam cerita atau bermain layaknya dalam labirin, bisa jadi anda tersesat didalam kebingungan.
Nuansa gelap dan tegang Upi berikan lewat keseluruhan gambar gerak layar. Untuk urusan cerita penonton dibawa melamun dalam pikiran masing masing. Aku menangkap jam 3 pagi yang menjadi clue saat itu terjadi imajinasi dan dunia nyata terjadi, apakah benar? Itu terjadi lebih dari 2 kali.

Sangat disayangkan Upi sedikit menampilkan penyiksaan secara langsung, namun darah muncrat di beberapa adegan membuat belenggu terlihat seksi. Ditambah suasana mencekam yang dibangun Upi secara rapih.
Cerita terasa lama dan bosan, beberapa kali aku menguap, beruntung cerita tertolong oleh para aktor dan aktris yang ciamik berekspresi.

Elang (Abimana Aryasatya) diawal film terlihat datar dan bosan, mungkin karena ini kali pertama  menjadi aktor utama dan terbebani dengan cerita yang dibawakan. Namun, ketika Elang bermain dengan imajinasinya, Elang menjadi liar.



Jingga (Imelda Therinne) tampil mengesankan, dengan balutan kain glamour seperti pelacur kelas atas yang selalu hadir dalam mimpi buruk Elang.

Dan terkahir Djenar (Laudya Cintya Bella), tetangga di sebelah rumah susun Elang. Bella tidak banyak membantu dalam film ini, akting yang datar dan bosan. Untung saja tertolong dengan para pemain lainnya.



Untuk urusan musik atau scoring?

Terasa menjenuhkan, karena diulang ulang. Secara cerita, ini membuat penonton ditiap bangku tersesat dan bingung itu saja. Menebak nebak apa adegan selanjutnya ? silahkan saja.

Jadi tontonlah film BELENGGU tertanggal 28 Febuari 2013 sisakan uang jajan kalian. Ini kalau tidak salah film ke 2 setelah Modus Anomali yang bergenre Thriller.

Dan ini Thriller yang berbeda dengan thriller luar negeri. Kalian akan merasakan twist, tersesat dan diderek keluar dari tempat tersesat.

Sekali lagi jika kalian cukup pintar keluar lah cepat dari pikiran atau kalian hanya menunggu.

Terima Kasih untuk Malam Gala Premiere Belenggu 21 Febuari 2013 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eksperimental Cinta

Cinta Dalam Kardus Cinta Dalam Kardus, merupakan film ketiga dari Raditya Dika. Sebelumnya Kambing Jantan (2009), dan dalam satu tahun ini Raditya Dika menghasilkan dua film sekaligus dengan waktu yang saling berdekatan, Cinta Brontosaurus (2013) dan Cinta Dalam kardus (2013). Lahir dari seorang blogger, novelis, dan kemudian scriptwriter bahkan sempat mencicipi bangku director diserial Malam Minggu Miko. Dua film pertama mengangkat langsung dari novel miliknya dan lagi lagi masih menceritakan tentang cinta. Dimana plot yang ada mudah ditebak, hanya bagaimana membuat “cinta” yang basi itu tidak terlihat basi,  seperti menghadirkan kalimat puitis didalamnya. Cinta Dalam Kardus, mengisahkan tentang Miko (Raditya Dika), orang yang percaya bahwa cinta itu menuntut dan tidak pernah bisa menerima seseorang apa adanya atau bisa disebut “Berubah Tidak baik (BTB)”. I love you just the way you are itu justru tanda buat berpisah. Dan persis itulah yang ia rasakan sa...

Ojol dan keresahan mereka

Pagi hari seperti Jakarta sedang ramai dari biasanya ? biasanya memang sudah ramai apalagi hari Jumat ya haha. Entah apa yang membuat Jakarta ramai dihari Senin dan Jumat. Hari Jumat kali ini beda, Jakarta macet karena ada para driver ojol yang melakukan demo ke gedung DPR. karena apa sih mereka melakukan demo ? Yes karena berita itu. Disana tertulis anggota komisi V tidak setuju motor dijadikan angkutan umum ? agak aneh ya tidak disetujui jadi angkutan umum karena angka kcelakaan terbanyak terjadi pada motor. Okeh coba kita anggap aturan itu disahkan, orang kemana mana harus menggunakan bis, kereta atau mobil untuk transportasi mereka kerja ? susah bukan? terlebih jalanan macet. motor adalah alat transportasi efektif untuk merobos macet dan menghemat waktu. Bagaimana nasib para ojol yang mengandalkan ojol sebagai pekerjaan utama mereka ? sungguh kasihan dan keji jika terjadi. Lalu apakah semua alat transporatasi sudah terintergrasi, nyaman dan aman bagi penumpangnya ? Ba...