Belenggu, “Antara
dunia nyata dan imajinasi tak ada batasan”
Kisah pembunuhan berantai di sebuah kota kecil membuat
penduduknya dicekam ketakutan. Mereka saling mencurigai satu sama lain.
Perempuan takut untuk keluar malam sendirian. Di setiap sudut kota pembunuhan
itu dibicarakan.
Elang (Abimana Aryasatya) tinggal sendirian di sebuah rumah susun. Dia bekerja sebagai pelayan bar. Di sela tidurnya, Elang selalu gelisah karena mimpi buruk. Dalam mimpi itu Elang dihantui gambaran buruk tentang pembunuhan aneh dimana pembunuhnya bertopeng Kelinci. Elang merasa merasa sosok bertopeng Kelinci itulah kunci dari segalanya pembuhuhan berantai.
Djenar (Laudya Cintya Bella), tetangga di sebelah rumah susun Elang selalu tampak tertekan karena masalah rumah tangganya dengan sang suami (Verdi Solaiman). Buah hati mereka selalu bermain sendirian. Elanglah yang menemaninya bermain. Djenar dan anaknya tak boleh keluar dari rumah susun karena karena takut dibunuh oleh pembunuh berantai.
Elang sangat perhatian dengan Djenar dan anaknya. Elang ingin menyelamatkan mereka berdua. Selain mimpi-mimpi yang mencekam Elang juga mengalami kejadian-kejadian aneh yang terhubung dengan peristiwa pembunuhan. Seorang Oma Gila (Bella Esperance) yang selalu tiba-tiba muncul dan memberinya peringatan akan bahaya yang mengancam nyawa Elang.
Sementara Jingga (Imelda Therinne) pelacur muda membius perhatian Elang. Jingga terus mengatakan dirinya dalam bahaya dan ingin membalas dendam. Elang berusaha untuk menguak apa yang sebenarnya terjadi dan menyelamatkan orang-orang yang dianggapnya dalam bahaya.
Elang (Abimana Aryasatya) tinggal sendirian di sebuah rumah susun. Dia bekerja sebagai pelayan bar. Di sela tidurnya, Elang selalu gelisah karena mimpi buruk. Dalam mimpi itu Elang dihantui gambaran buruk tentang pembunuhan aneh dimana pembunuhnya bertopeng Kelinci. Elang merasa merasa sosok bertopeng Kelinci itulah kunci dari segalanya pembuhuhan berantai.
Djenar (Laudya Cintya Bella), tetangga di sebelah rumah susun Elang selalu tampak tertekan karena masalah rumah tangganya dengan sang suami (Verdi Solaiman). Buah hati mereka selalu bermain sendirian. Elanglah yang menemaninya bermain. Djenar dan anaknya tak boleh keluar dari rumah susun karena karena takut dibunuh oleh pembunuh berantai.
Elang sangat perhatian dengan Djenar dan anaknya. Elang ingin menyelamatkan mereka berdua. Selain mimpi-mimpi yang mencekam Elang juga mengalami kejadian-kejadian aneh yang terhubung dengan peristiwa pembunuhan. Seorang Oma Gila (Bella Esperance) yang selalu tiba-tiba muncul dan memberinya peringatan akan bahaya yang mengancam nyawa Elang.
Sementara Jingga (Imelda Therinne) pelacur muda membius perhatian Elang. Jingga terus mengatakan dirinya dalam bahaya dan ingin membalas dendam. Elang berusaha untuk menguak apa yang sebenarnya terjadi dan menyelamatkan orang-orang yang dianggapnya dalam bahaya.
[Review]
Duduk
dan diam terbelenggu dalam cerita BELENGGU
antara dunia nyata dan imajinasi tak terbatas. Dari awal film kalian sudah
dihinggapi rasa takut dari cita rasa film. Belenggu membebaskan kalian menyelam
seberapa meter kedalam cerita atau bermain layaknya dalam labirin, bisa jadi
anda tersesat didalam kebingungan.
Nuansa
gelap dan tegang Upi berikan lewat keseluruhan gambar gerak layar. Untuk urusan
cerita penonton dibawa melamun dalam pikiran masing masing. Aku menangkap jam 3
pagi yang menjadi clue saat itu terjadi imajinasi dan dunia nyata terjadi,
apakah benar? Itu terjadi lebih dari 2 kali.
Sangat
disayangkan Upi sedikit menampilkan penyiksaan secara langsung, namun darah
muncrat di beberapa adegan membuat belenggu terlihat seksi. Ditambah suasana
mencekam yang dibangun Upi secara rapih.
Cerita
terasa lama dan bosan, beberapa kali aku menguap, beruntung cerita tertolong
oleh para aktor dan aktris yang ciamik berekspresi.
Elang (Abimana
Aryasatya) diawal film terlihat datar dan bosan, mungkin karena
ini kali pertama menjadi aktor utama dan
terbebani dengan cerita yang dibawakan. Namun, ketika Elang bermain dengan
imajinasinya, Elang menjadi liar.
Jingga (Imelda
Therinne) tampil mengesankan, dengan balutan kain glamour
seperti pelacur kelas atas yang selalu hadir dalam mimpi buruk Elang.
Dan terkahir Djenar (Laudya Cintya Bella), tetangga di
sebelah rumah susun Elang. Bella tidak banyak membantu dalam film ini, akting
yang datar dan bosan. Untung saja tertolong dengan para pemain lainnya.
Untuk
urusan musik atau scoring?
Terasa
menjenuhkan, karena diulang ulang. Secara cerita, ini membuat penonton ditiap
bangku tersesat dan bingung itu saja. Menebak nebak apa adegan selanjutnya ? silahkan
saja.
Jadi
tontonlah film BELENGGU tertanggal 28 Febuari 2013 sisakan uang jajan kalian. Ini
kalau tidak salah film ke 2 setelah Modus Anomali yang bergenre Thriller.
Dan
ini Thriller yang berbeda dengan thriller luar negeri. Kalian akan merasakan
twist, tersesat dan diderek keluar dari tempat tersesat.
Sekali
lagi jika kalian cukup pintar keluar lah cepat dari pikiran atau kalian hanya
menunggu.
Terima
Kasih untuk Malam Gala Premiere Belenggu 21 Febuari 2013





Komentar
Posting Komentar