Langsung ke konten utama

Eksperimental Cinta


Cinta Dalam Kardus

Cinta Dalam Kardus, merupakan film ketiga dari Raditya Dika. Sebelumnya Kambing Jantan (2009), dan dalam satu tahun ini Raditya Dika menghasilkan dua film sekaligus dengan waktu yang saling berdekatan, Cinta Brontosaurus (2013) dan Cinta Dalam kardus (2013). Lahir dari seorang blogger, novelis, dan kemudian scriptwriter bahkan sempat mencicipi bangku director diserial Malam Minggu Miko.


Dua film pertama mengangkat langsung dari novel miliknya dan lagi lagi masih menceritakan tentang cinta. Dimana plot yang ada mudah ditebak, hanya bagaimana membuat “cinta” yang basi itu tidak terlihat basi,  seperti menghadirkan kalimat puitis didalamnya.

Cinta Dalam Kardus, mengisahkan tentang Miko (Raditya Dika), orang yang percaya bahwa cinta itu menuntut dan tidak pernah bisa menerima seseorang apa adanya atau bisa disebut “Berubah Tidak baik (BTB)”. I love you just the way you are itu justru tanda buat berpisah. Dan persis itulah yang ia rasakan saat ini, pada hubungannya dengan Putri (Anizabella Lesmana). Miko mulai mempertimbangkan untuk putus....



Ini merupakan cerita “cinta unik”, seperti kita sedang mengevaluasi hal yang alami. Film Cinta Dalam Kardus ditulis langsung oleh Raditya Dika dan Salman Aristo. Tak perlu diragukan untuk segala tulisan Mas Salman seperti “Jakarta Hati (2012)”, “Kambing Jantan (2009)”, dan lain lain. Selain itu Mas Salman sering menjadi pembicara, salah satunya Indie Movie 2013, saya ingat waktu itu Mas Salman bilang “cerita itu adalah karakter”. Jadi, Cinta Dalam Kardus mempunyai karakter yang kuat.



Kalau dari trailer, terlihat ada Rian (Ryan Adriandhy) dan Mas Anca (Hadian Saputra) dibagian awal trailer. Pasti sebagian orang yang suka menonton serial Malam Minggu Miko akan mengira ini Malam Minggu Miko versi layar lebar, ternyata salah besar. Karena mereka sangat sedikit mengambil bagian dalam film Cinta Dalam Kardus.




Cinta Dalam Kardus, menghadirkan sebuah sajian komedi eksperimental dimana sang karakter utamanya (Miko) secara konstan berbicara kepada penonton melalui kamera sembari terus menggulirkan kisah-kisah bersama 21 mantan gebetannya. Jelas bukan sebuah penuturan komedi yang biasa untuk penonton Indonesia, namun harus diakui, mampu tergarap baik di tangan Salman Aristo yang sebagai Sutradara.

Eksperimen yang dilakukan oleh Raditya Dika dan Salman Aristo tidak terhenti pada jalan cerita Cinta Dalam Kardus Sendiri. Secara cerdik, entah ide dari Art Director atau Raditya Dika dan Salman Aristo, menggunakan kardus sebagai bagian penting dari film. Terlihat beberapa adegan saat Miko menututurkan segala cerita dari barang peninggalan 21 mantannya dengan menggunakan kardus sebagai properti, sungguh hal aneh sekaligus menambah karakter dari Cinta Dalam Kardus itu sendiri.



Pada bagian opening muncul animasi kardus yang disisi sisi kardus terdapat nama para cast yang bermain di Cinta Dalam Kardus, semakin penasaran bagaimana isi dari filmnya. Manis dan unik untuk opening. Namun, seakan turun bebas dari ketinggian begitu masuk kedalam alur cerita.



Alur cerita terasa begitu membosankan, seakan menonton film berdurasi 120 menit. Karena set yang digunakan sebagian besar berada pada stand up cafe. Kemunculan Endah n Rhesa disela sela cerita sedikit menepis rasa bosan dengan menyanyikan lagu You and I. Selain itu tatanan musik yang dibuat oleh Andika Triyadi sebagai pemenang nominasi Penata Musik Terpuji dalam ajang penghargaan Festival Film Bandung 2013 tak perlu diragukan, yang sering kali mengisi musik dibeberapa film bernuansa romantik dan mampu mengaduk emosi para penonton.





Untuk endingnya sendiri bisa dibilang “twist”. Ini terasa pada scene dimana Miko menyadari BTB bukan “Berubah Tidak Baik” tetapi “Berani Tumbuh Bersama”, lalu mencoba menemui Putri untuk tidak memutuskan hubungan. Penonton dibawa pada ending bahagia, antara Miko dan Putri. Namun, ekspetasi itu melebur sudah saat pertemuan Miko dan Putri di cafe, dimana Putri menyatakan untuk putus dan menyudahi hubungannya. Tak lama, scene berubah dengan ending Miko menyatakan cinta lewat acara tv pada Alia (Felicya Angellista) menghadiahkan Alia kaleng kosong yang dikira Alia setangkai bunga. Kalimat yang begitu romantis semakin mampu mempermanis ending dari film itu sendiri.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belenggu, "Pintar dan keluar atau Diam dan tersesat?"

Belenggu, “Antara dunia nyata dan imajinasi tak ada batasan” Kisah pembunuhan berantai di sebuah kota kecil membuat penduduknya dicekam ketakutan. Mereka saling mencurigai satu sama lain. Perempuan takut untuk keluar malam sendirian. Di setiap sudut kota pembunuhan itu dibicarakan.   Elang ( Abimana Aryasatya ) tinggal sendirian di sebuah rumah susun. Dia bekerja sebagai pelayan bar. Di sela tidurnya, Elang selalu gelisah karena mimpi buruk. Dalam mimpi itu Elang dihantui gambaran buruk tentang pembunuhan aneh dimana pembunuhnya bertopeng Kelinci. Elang merasa merasa sosok bertopeng Kelinci itulah kunci dari segalanya pembuhuhan berantai.   Djenar ( Laudya Cintya Bella ), tetangga di sebelah rumah susun Elang selalu tampak tertekan karena masalah rumah tangganya dengan sang suami ( Verdi Solaiman ). Buah hati mereka selalu bermain sendirian. Elanglah yang menemaninya bermain. Djenar dan anaknya tak boleh keluar dari rumah susun karena karena takut dibunuh ol...

Ojol dan keresahan mereka

Pagi hari seperti Jakarta sedang ramai dari biasanya ? biasanya memang sudah ramai apalagi hari Jumat ya haha. Entah apa yang membuat Jakarta ramai dihari Senin dan Jumat. Hari Jumat kali ini beda, Jakarta macet karena ada para driver ojol yang melakukan demo ke gedung DPR. karena apa sih mereka melakukan demo ? Yes karena berita itu. Disana tertulis anggota komisi V tidak setuju motor dijadikan angkutan umum ? agak aneh ya tidak disetujui jadi angkutan umum karena angka kcelakaan terbanyak terjadi pada motor. Okeh coba kita anggap aturan itu disahkan, orang kemana mana harus menggunakan bis, kereta atau mobil untuk transportasi mereka kerja ? susah bukan? terlebih jalanan macet. motor adalah alat transportasi efektif untuk merobos macet dan menghemat waktu. Bagaimana nasib para ojol yang mengandalkan ojol sebagai pekerjaan utama mereka ? sungguh kasihan dan keji jika terjadi. Lalu apakah semua alat transporatasi sudah terintergrasi, nyaman dan aman bagi penumpangnya ? Ba...