Langsung ke konten utama

"Habibie & Ainun"




Habibie&Ainun

Siapa yang tidak mengenal sosok BJ Habibie?

Seorang insinyur yang cerdas dan mantan presiden RI ternyata sangat mencintai Indonesia dan istrinya yang bernama Ainun.

Sutradara Faozan Rizal ini, akan mengungkapkan kehidupan pribadi sang Profesor mulai dari perjalanan karir hingga kisah asmaranya.

Seperti diketahui, film Habibie&Ainun ini merupakan film adaptasi dari novel yang dibuat oleh B.J Habibie yang diliris pada 30 November 2010. Hanya dalam waktu 3 bulan, buku itu berhasil terjual 50ribu copy. Awalnya buku tersebut hanyalah sebuah terapi B.J Habibie untuk mengobati rasa sedihnya yang amat sangat mendalam atas wafatnya istri tercinta.

Tak disangka buku tersebut dilirik oleh Faozan Rizal untuk menjadi sebuah film layar lebar, film dokumenter.
Siapa sih Faozan Rizal? Sungguh asing bukan nama itu untuk dimasyarakat umum? Namun dibelakang Faozan ternyata terdapat sosok Hanung Bramantyo yang dikenal selalu tampil “narsis” disetiap film-film garapannya, terdapat pula sejumlah artis senior dan junior yang hadir dalam film tersebut.

Rudy Habibie (Reza Rahadian), mampu memerankan sosok B.J. Habibie secara detail, memiliki bahasa tubuh dan gaya berbicara yang khas  yang mampu membuat para penonton tertawa akan uniknya karakter pak Habibie. Memerankan seseorang yang masih hidup ataupun tidak adalah hal yang sulit, karena masyarakat ataupun orang terdekat pak Habibie akan memberikan pendapat terhadap peran yang dihadapkan, akan tetapi Reza Rahadian mampu melakukan.

Aku tidak akan mengomentari dari segi cerita, karena setiap kalimat dan halaman harus disetujui oleh pak Habibie-nya sendiri, jadi tak usah dipungkiri bahwa cerita dan faktanya akan sama dengan perjalanan Habibie.

Setiap film pasti memperkenalkan karakter termasuk kebiasaan, terutama film yang mengadopsi dari novel, seperti Habibie & Ainun. Disini ada kejanggalan dengan peranan Reza sebagai Pak Habibie yang punya kebiasaan memakai jam ditangan kiri dan dibawah pergelangan tangan. Diawal film dilihatkan, tetapi memasuki pertengahan film jam tangan berubah posisi menjadi keatas. Entah itu termasuk kebiasaan Pak Habibie atau keselahan perkenalan kebiasaan. 

Film ini mengajarkan kita tentang arti sebuah cinta dan setia. Pak Habibie yang sangat mencintai dan setia istrinya hingga akhir hayat.

Sejumlah orang pasti akan menangis, minimal sedih dan menahan sesak didada pada saat terakhir menjelang ajal ibu Ainun (Bunga Citra lestari).

Pada suatu hari, baru sekitar pukul 12.00 diperbolehkan masuk ke ICCU kamar Ainun. Saya dua jam terlambat, walaupun sejak pukul 09.30 sudah menunggu di kamar tunggu ICCU. Hal itu terjadi karena keadaan darurat akibat pelaksanaan operasi yang tidak direncanakan sebelumnya, maka semua pengunjung belum diperbolehkan masuk ke ICCU. Baru sekitar pukul 12.00 saya masuk. Ketika masuk, Ainun sedang menangis.

Saya langsung bertanya: “Ainun mengapa nangis? Sakit?”

Ainun menggelengkan kepala. Lalu mata saya mengarah ke alat-alat elektronik dan segala peralatan yang dipasang di tubuh Ainun dengan sekitar 50 alat transfusi dan infusi sambil mengucapkan:

“Takut sama peralatan ini?” Ainun menggelengkan kepalanya lagi. “Saya mengerti sekarang. Kamu mengira telah terjadi sesuatu pada saya?”

Baru Ainun mengangguk kepalanya. Walaupun pada waktu itu Ainun dalam keadaannya sadar. Ainun hanya bisa mengangguk dan menggelengkan kepala karena di mulutnya dipasang alat pernafasan. Saya amat terharu karena dalam kaadaan saat dan dirawat secara intensif tersebut, Ainun masih saja memikirkan kesehatan saya.

Bahkan tim dokter yang menangani langsung operasi Ainun pun memberikan apresiasi tinggi atas kesetiaan Habibie Ainun. Berikut kutipannya.
“Profesor Habibie kami semua selama 2 bulan ini banyak belajar. Kami sudah sangat berpengalaman melihat bagaimana orang bereaksi dan berperilaku. Namun pertama kalinya kami melihat perjuangan Anda suami isteri mengatasi semuanya dalam suasana cinta yang murni dan sejati. Kami semua banyak belajar dalam dua bulan ini. Terima kasih Prof. Habibie. Semoga Tuhan YME selalu melindungi dan menyertai Anda berdua”.
Begitulah luar biasanya kekuatan cinta tersebut. Apa yang dialami Habibie dan Ainun lebih dari sekadar romantisme pasangan cinta kasih di dunia ini. Cinta Habibie dan Ainun adalah karunia Allah Swt yang telah memberikan kekaguman kepada siapa saja yang hidup dalam cinta. Kini Ainun telah meninggalkan kita semua. Habibie mengatakan, “Ainun pindah ke alam dan dimensi baru”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eksperimental Cinta

Cinta Dalam Kardus Cinta Dalam Kardus, merupakan film ketiga dari Raditya Dika. Sebelumnya Kambing Jantan (2009), dan dalam satu tahun ini Raditya Dika menghasilkan dua film sekaligus dengan waktu yang saling berdekatan, Cinta Brontosaurus (2013) dan Cinta Dalam kardus (2013). Lahir dari seorang blogger, novelis, dan kemudian scriptwriter bahkan sempat mencicipi bangku director diserial Malam Minggu Miko. Dua film pertama mengangkat langsung dari novel miliknya dan lagi lagi masih menceritakan tentang cinta. Dimana plot yang ada mudah ditebak, hanya bagaimana membuat “cinta” yang basi itu tidak terlihat basi,  seperti menghadirkan kalimat puitis didalamnya. Cinta Dalam Kardus, mengisahkan tentang Miko (Raditya Dika), orang yang percaya bahwa cinta itu menuntut dan tidak pernah bisa menerima seseorang apa adanya atau bisa disebut “Berubah Tidak baik (BTB)”. I love you just the way you are itu justru tanda buat berpisah. Dan persis itulah yang ia rasakan sa...

Belenggu, "Pintar dan keluar atau Diam dan tersesat?"

Belenggu, “Antara dunia nyata dan imajinasi tak ada batasan” Kisah pembunuhan berantai di sebuah kota kecil membuat penduduknya dicekam ketakutan. Mereka saling mencurigai satu sama lain. Perempuan takut untuk keluar malam sendirian. Di setiap sudut kota pembunuhan itu dibicarakan.   Elang ( Abimana Aryasatya ) tinggal sendirian di sebuah rumah susun. Dia bekerja sebagai pelayan bar. Di sela tidurnya, Elang selalu gelisah karena mimpi buruk. Dalam mimpi itu Elang dihantui gambaran buruk tentang pembunuhan aneh dimana pembunuhnya bertopeng Kelinci. Elang merasa merasa sosok bertopeng Kelinci itulah kunci dari segalanya pembuhuhan berantai.   Djenar ( Laudya Cintya Bella ), tetangga di sebelah rumah susun Elang selalu tampak tertekan karena masalah rumah tangganya dengan sang suami ( Verdi Solaiman ). Buah hati mereka selalu bermain sendirian. Elanglah yang menemaninya bermain. Djenar dan anaknya tak boleh keluar dari rumah susun karena karena takut dibunuh ol...

Ojol dan keresahan mereka

Pagi hari seperti Jakarta sedang ramai dari biasanya ? biasanya memang sudah ramai apalagi hari Jumat ya haha. Entah apa yang membuat Jakarta ramai dihari Senin dan Jumat. Hari Jumat kali ini beda, Jakarta macet karena ada para driver ojol yang melakukan demo ke gedung DPR. karena apa sih mereka melakukan demo ? Yes karena berita itu. Disana tertulis anggota komisi V tidak setuju motor dijadikan angkutan umum ? agak aneh ya tidak disetujui jadi angkutan umum karena angka kcelakaan terbanyak terjadi pada motor. Okeh coba kita anggap aturan itu disahkan, orang kemana mana harus menggunakan bis, kereta atau mobil untuk transportasi mereka kerja ? susah bukan? terlebih jalanan macet. motor adalah alat transportasi efektif untuk merobos macet dan menghemat waktu. Bagaimana nasib para ojol yang mengandalkan ojol sebagai pekerjaan utama mereka ? sungguh kasihan dan keji jika terjadi. Lalu apakah semua alat transporatasi sudah terintergrasi, nyaman dan aman bagi penumpangnya ? Ba...