Langsung ke konten utama

COVID-19 Realita, Sosial Media dan Keresahan

Tepat hari ini tanggal 20 Maret 2020. Seminggu sudah semenjak Indonesia menetapkan #dirumahaja #workfromhome masih banyak orang yang kurang aware terhadap virus ini. Kita sedang dihadapkan oleh musuh yang tak terlihat. Saya yang bekerja di bidang kesehatan selalu memberikan sosialisasi mengenai pencegahan terhadap warga yang berobat, teman sekantor, teman rumah, keluarga dan hal apa yang harus dilakukan agar tidak tertular tanpa henti melalui berbagai cara.





Sungguh beda sekali rasanya antara rasa di sosial media dan realitanya. Kita yang memiliki akses untuk membaca berita melalui sosial media atapun media eletronik lainnya beda dengan apa yang kita lihat di realitanya.

Saya tanpa henti memberikan atau himbauan berita valid di sosial media agar Indonesia ini dapat bersatu menghentikan laju meningkatnya virus ini. Tapi apa yang saya baca? beberapa dari mereka enggan mengikuti, hal ini dianggap remeh di Indonesia padahal sudah ada data real kematian di berita2 manapun. Bahkan sampai bawa bawa agama, saya Islam, Saya sedih ketika mereka memaksakan shalat berjamaah di masjid disaat seperti ini, padahal di Islam dan saya yakin agama apapun mempermudah umatnya untuk beribadah. Di jaman nabipun ada penyakit yang lebih mematikan hinggal 25.000 umat manusia. Di al quran pun juga tertulis ikuti hukum yang berlaku di negaramu.

Realita kehidupan. Saya melihat masih banyak orang keluar rumah tanpa menggunakan masker atau apapun yang menutupi saluran pernapasan kalian. Guys, ini virus cepat bereaksi dan menular melalui udara, kenapa kalian masih acuh padahal itu untuk kalian sendiri ?

Ayolah kita saling gotong royong bekerjasama turunkan ego kalian masing masing demi kalian juga. Bukan kah kalian pernah bergotong royong di tempat tinggal kalian? ini hanya sekedar beda skalanya saja.

Doa kami dari tenaga medis, tenaga listrik, air, ekonomi, bahan bakar, pemadam kebakaran, ojol, kurir dan semua kami yang tidak bisa seperti kalian demi menjaga kalian yang #workfromhome #dirumahaja

Please kerjasama untuk Indonesia kembali sehat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eksperimental Cinta

Cinta Dalam Kardus Cinta Dalam Kardus, merupakan film ketiga dari Raditya Dika. Sebelumnya Kambing Jantan (2009), dan dalam satu tahun ini Raditya Dika menghasilkan dua film sekaligus dengan waktu yang saling berdekatan, Cinta Brontosaurus (2013) dan Cinta Dalam kardus (2013). Lahir dari seorang blogger, novelis, dan kemudian scriptwriter bahkan sempat mencicipi bangku director diserial Malam Minggu Miko. Dua film pertama mengangkat langsung dari novel miliknya dan lagi lagi masih menceritakan tentang cinta. Dimana plot yang ada mudah ditebak, hanya bagaimana membuat “cinta” yang basi itu tidak terlihat basi,  seperti menghadirkan kalimat puitis didalamnya. Cinta Dalam Kardus, mengisahkan tentang Miko (Raditya Dika), orang yang percaya bahwa cinta itu menuntut dan tidak pernah bisa menerima seseorang apa adanya atau bisa disebut “Berubah Tidak baik (BTB)”. I love you just the way you are itu justru tanda buat berpisah. Dan persis itulah yang ia rasakan sa...

Belenggu, "Pintar dan keluar atau Diam dan tersesat?"

Belenggu, “Antara dunia nyata dan imajinasi tak ada batasan” Kisah pembunuhan berantai di sebuah kota kecil membuat penduduknya dicekam ketakutan. Mereka saling mencurigai satu sama lain. Perempuan takut untuk keluar malam sendirian. Di setiap sudut kota pembunuhan itu dibicarakan.   Elang ( Abimana Aryasatya ) tinggal sendirian di sebuah rumah susun. Dia bekerja sebagai pelayan bar. Di sela tidurnya, Elang selalu gelisah karena mimpi buruk. Dalam mimpi itu Elang dihantui gambaran buruk tentang pembunuhan aneh dimana pembunuhnya bertopeng Kelinci. Elang merasa merasa sosok bertopeng Kelinci itulah kunci dari segalanya pembuhuhan berantai.   Djenar ( Laudya Cintya Bella ), tetangga di sebelah rumah susun Elang selalu tampak tertekan karena masalah rumah tangganya dengan sang suami ( Verdi Solaiman ). Buah hati mereka selalu bermain sendirian. Elanglah yang menemaninya bermain. Djenar dan anaknya tak boleh keluar dari rumah susun karena karena takut dibunuh ol...

Ojol dan keresahan mereka

Pagi hari seperti Jakarta sedang ramai dari biasanya ? biasanya memang sudah ramai apalagi hari Jumat ya haha. Entah apa yang membuat Jakarta ramai dihari Senin dan Jumat. Hari Jumat kali ini beda, Jakarta macet karena ada para driver ojol yang melakukan demo ke gedung DPR. karena apa sih mereka melakukan demo ? Yes karena berita itu. Disana tertulis anggota komisi V tidak setuju motor dijadikan angkutan umum ? agak aneh ya tidak disetujui jadi angkutan umum karena angka kcelakaan terbanyak terjadi pada motor. Okeh coba kita anggap aturan itu disahkan, orang kemana mana harus menggunakan bis, kereta atau mobil untuk transportasi mereka kerja ? susah bukan? terlebih jalanan macet. motor adalah alat transportasi efektif untuk merobos macet dan menghemat waktu. Bagaimana nasib para ojol yang mengandalkan ojol sebagai pekerjaan utama mereka ? sungguh kasihan dan keji jika terjadi. Lalu apakah semua alat transporatasi sudah terintergrasi, nyaman dan aman bagi penumpangnya ? Ba...